PALANGKA RAYA-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GMNI Kalimantan Tengah menggelar kegiatan Dialog Demokrasi bertajuk “Menakar Wacana Pilkada Melalui DPRD: Dari Kritik Menuju Solusi Kebijakan” di Aula Rahan Universitas Palangka Raya (UPR), Sabtu (7/2/26).
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Zuli Eko Prasetyo, selaku Ketua DPRD Seruyan, Dodo, Wakil Bupati Kapuas, Hilyatul Asfia Akademisi Hukum UPR serta Djunaidy praktisi komunikasi. Diskusi dipandu oleh host Agus.
Ketua DPD GMNI Kalteng, Maulana Uger, menyampaikan bahwa dialog demokrasi ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk menyikapi isu-isu publik secara bijak.
“Forum dialog diperlukan agar masyarakat dapat memahami secara utuh setiap wacana kebijakan yang berkembang, termasuk isu pelaksanaan Pilkada melalui DPRD,” ucapnya.
Melalui ruang dialog ini, ingin bersama-sama mengambil rumusan baru terhadap kebijakan yang sedang diwacanakan. Serta mengajak masyarakat dan mahasiswa untuk mengedepankan diskusi yang sehat.
“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kualitas demokrasi, namun juga mendorong mahasiswa untuk mengutamakan dialog sebelum mengambil langkah-langkah lanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Fajrian Nor, mengatakan dialog demokrasi digelar sebagai respons terhadap isu Pilkada yang dikaitkan dengan mekanisme DPRD.
“Dialog ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berdiskusi terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan. Harapannya, forum ini juga dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan ke depan,”lanjutnya.
Dialog merupakan langkah awal yang paling utama dalam menyampaikan aspirasi, aksi massa atau parlemen jalanan merupakan opsi terakhir apabila upaya dialog tidak membuahkan hasil atau tidak mendapat respons dari pihak terkait.
“Bagi kami, aksi massa adalah upaya terakhir apabila dialog seperti ini tidak menghasilkan atau tidak didengarkan,”ungkapnya.(Red)
![]()