Mesin Cukur Tak Pernah Diam: 12 Jam yang Mengantar Palangka Raya ke Rekor Dunia

Palangka Raya – Di tengah hiruk pikuk Bundaran Besar Palangka Raya, suara mesin cukur terus berdengung selama 12 jam tanpa henti, Minggu (11/1/2026). Sejak pagi hingga malam, satu per satu warga duduk di kursi cukur, menyaksikan rambut mereka dipangkas sebagai bagian dari sebuah misi yang awalnya hanya berupa mimpi.

Hasilnya, 377 orang berhasil dicukur dalam rentang waktu tersebut. Angka ini memang belum menyentuh target awal 400 orang, namun tidak mengubah substansi pencapaian. Kegiatan ini tetap dinyatakan sah dan resmi tercatat di Rekor MURI sebagai aksi cukur rambut nonstop terlama, sekaligus yang pertama dan belum pernah dilakukan sebelumnya, baik di Indonesia maupun di dunia.

Bagi penggagas kegiatan, Muhammad Andi, pencapaian ini jauh melampaui soal statistik. “Ini bukan tentang seberapa banyak yang dicukur, tetapi tentang keberanian membuktikan mimpi,” ujarnya.

Di balik keberhasilan itu, puluhan siswa SMAN 5 Kota Palangka Raya bekerja senyap namun konsisten. Mereka menjadi relawan cukur, bergantian menjaga ritme, memastikan tak ada jeda, dan melayani setiap peserta dengan penuh semangat. Dukungan masyarakat pun terus mengalir—ada yang ikut dicukur, ada yang menyemangati, ada pula yang sekadar datang untuk menjadi saksi.

Lebih dari sekadar mencetak rekor, kegiatan ini menjadi ruang belajar dan panggung bagi barber-barber muda untuk menunjukkan kemampuan. Ia juga menjadi cara sederhana namun kuat untuk membawa nama Palangka Raya melampaui batas daerah.

Pada akhirnya, rekor ini tidak hanya tercatat di lembar arsip. Ia hidup dalam bunyi mesin cukur yang tak berhenti, dalam tangan-tangan yang bekerja bergantian, dan dalam keyakinan bahwa mimpi besar selalu menemukan jalannya ketika dikerjakan bersama.(red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *